Kamis, 22 Januari 2009

Kolomnis Muda Natuna

Kemaren aku mendapat kabar baik.

Disela-sela rehat kerja, seorang rekan kantor membuka website. Aku melirik kearah monitor komputer, rasa ingin tahuku timbul. Rekanku tadi serius sekali membaca barisan kalimat dalam artikel yang menurutku cukup menarik. Sejurus kemudian, rekanku tadi mengatakan kalau artikel tersebut merupakan tulisan Ellizan, S.sos yang juga merupakan rekan kerja sekantor ku.

Ups...ternyata aku satu kantor dengan seorang kolomnis muda Natuna. Dengan nama penulis Ellizan Katan, ternyata seorang penulis muda berbakat Natuna. Tulisannya sudah banyak menghiasi berbagai media massa, salah satu diantaranya di Riau pos, Info Nusantara, Melayu Online dan koran terkemuka Batam Pos versi website.

Kebiasaan menulis beliau semakin bergelora pada saat duduk di bangku kuliah. Dengan prasarana yang ada dan seringnya berkumpul dengan para penulis di kota Pekanbaru, Elli mulai menginventaris berbagai tulisannya. Kumpulan Cerita pendeknya malah sudah dibukukan dengan judul GETAH DAMAR yang diterbitkan oleh UNRI Press dan merupakan buku pertamanya.

Saat ini elli sedang berusaha untuk menerbitkan bukunya yang kedua. Namun beliau masih berharap agar ada penerbit yang mau menerbitkan bukunya.

Harapan lainnya, agar Dewan Kesenian Natuna bersedia dapat membukukan karya-karya tulisannya berupa Puisi, Cerita Pendek dan tulisan bebasnya.

Ternyata kita memiliki penulis berbakat.

Berikut beberapa Karyanya :
Konsepsi patut dalam Melayu
Natuna_Bisa

Selasa, 20 Januari 2009

BLONA “Muda” lahir lagi.

Ada yang menggembirakanku dari pelaksanaan Pelatihan nge-blog yang ditaja Fokusmaker, BLONA, Duta Radio dan Yess Production kemaren.

Kegiatan yang direncanakan sangat sederhana itu ternyata di respon dengan antusias oleh semua pihak.

Bermula dari: Bunda Ngesti yang kukabari tentang rencana pelatihan ini via telepon, tanpa ba-bi-bu langsung menyambut baik dan mengundang ke rumah tuk “mendisain” pelatihan tersebut. Antusias beliau membuatku bersemangat lagi.

Bongjun yang didaulat sebagai instruktur, kembali aku hubungi via telepon pun menyambut ide yang telah lama direncanakan ini. ( Pada saat aku dan Bongjun ketemu di acara Dialog with Fokusmaker 2 dalam rangka Hari Anti Narkotika Se-dunia di SMA Negeri 1 Bunguran Barat) (Foto Kegiatan)

Pelatihan ini pun di sambut baik oleh Kepala SMA Negeri 1 Bunguran Timur, dengan memberikan pemakaian fasilitas ruangan multimedia dan ruangan internet sebagai tempat pelatihan.

Inilah yang menjadi modal ku, dan tidak ada kata tuk menundanya lagi, apalagi mundur.

Maka dengan bismillah, acara pelatihan pun di kumandangkan melalui Radio DUTA. Kembali, tanpa dugaanku semula, hanya dengan 2 hari diiklankan, banyak peserta yang mendaftar. Bahkan handphone ku pun berdering, dari seorang temanku, menanyakan apakah beliau dan rekannya boleh ikut. Dan aku langsung mengiyakan. Padahal kegiatan ini dikhususkan bagi pelajar dan mahasiswa.

Kegembiraanku tidak hanya disitu saja,saat pelatihan ternyata sebahagian peserta telah memiliki basic berinternet. Ini berarti dunia maya sudah tidak asing lagi bagi sebahagian pelajar kita. Tinggal lagi bagaimana kita membina dan memajukan internet di Natuna.

Diakhir pelatihan, Peserta yang telah berhasil membuat dan memiliki blog sendiri mendapat kenang-kenangan gelas MUG dari Fokusmaker dan BLONA. Dan mereka lah “BLONA MUDA” yang nantinya mengembangkan dunia teknologi informasi di Natuna.

Berita Koran : Pelatihan Blog


Berita TV : Pelatihan Blog

Jumat, 16 Januari 2009

KEGUNDAHAN SEORANG BUNDA

Pertemuan aku dan Rauf Rahim teman Fokusmaker bersama Bunda Ngesti berubah jadi ajang diskusi. Berbagai isu daerah sampai kegemaran ngeblog pun menjadi tema pembicaraan kami tadi malam.

Kedatangan kami yang berencana mengundang beliau dalam acara pelatihan ngeblog, diawali dengan kegundahan beliau akan berita yang saat ini sedang hangat-hangatnya di daerah kita. Bunda langsung “mencecar” Rauf Rahim dengan berbagai pertanyaan tentang HIV/AIDS.

Tak hanya itu, dr H Syamsu Rizal, Plt Kepala RSUD Natuna, pun di telepon untuk datang. Bunda banyak bertanya ini-itu kepada dokter yang konsen sekali akan kesehatan warga kita ini.

Sesekali pembicaraan itu terhenti. Kembali bunda menatap kosong. Entah apa yang ada dalam benak beliau. Ada guratan hitam di bawah mata beliau,sebagai pertanda kurang waktu tidur. Terusiknya pikiran beliau, bukan tanpa alasan. Hasil tes uji darah yang dilakukan Dinas Kesehatan beberapa hari lalu membuat jantung berdetak keras. 5 orang Pekerja Seks Komersial (PSK) terindikasi terjangkit HIV/AIDS. Pemeriksaan di beberapa tempat hiburan di kota Ranai itu dilakukan Dinas Kesehatan bersama unsur aparat lainnya.

HIV/AIDS memang menjadi momok bagi kita semua diseluruh dunia mengingat belum ditemukannya formula yang tepat untuk mengobatinya.

Bunda pun membuat schedule dadakan, untuk turun ke desa-desa mensosialisasikan akan bahayanya HIV/AIDS. Strategi pun disusun, berbagai media juga Bunda telepon saat itu juga untuk ikutserta mensuarakan bahaya HIV/AIDS ini agar tidak menular lebih jauh.

Bunda juga mengajak bagi yang berprilaku beresiko untuk berani mengecek kesehatannya ke dokter.

Inilah Kepedulian seorang Bunda.

Kamis, 15 Januari 2009

Film Radit dan Jani : perlu kontrol

Beberapa minggu lalu saat melintasi Batam menuju Tanjungpinang aku menonton Film Radit dan Jani yang disajikan di sebuah ferry. Beberapa hari kemudian sepulang ke Natuna, sebuah stasiun televisi swasta kembali menyuguhkan Film yang sama.

Film Radit dan Jeni yang menceritakan tentang sebuah kehidupan dua anak muda yang dimabuk cinta dengan menjalani kehidupan dengan gayanya sendiri. Diawal cerita, aku sudah bisa menebak alur cerita yang ditampilkan, mulai dengan kehidupan yang bebas, bir, rokok, dan kenakalan remaja. Saat nonton film ini, aku merasa berada pada dunia lain. Merasa di negara koboi.

Alur ceritanya keliatan diadopsi dengan kehidupan negara barat. Walaupun tak dipungkiri kehidupan tersebut juga banyak kita temui disekitar kita.

Yang menjadi ketidaktertarikanku akan film ini yaitu dalam film ini terlalu banyak menonjolkan pemeran utama, dibintangi Vino G Sebastian dan Fahrani, yang selalu mengumpat dengan kata-kata tidak etis (umpatan sudah menjadi hal yang biasa dalam keseharian) dan adegan menghisap dan menghembuskan asap rokok. Bukankah dengan menampilkan adegan rokok ditangan (tidak dengan menghisap dan menghembuskan asap rokok) pesan yang ingin disampaikan sutradara tersampaikan ke penonton?

Ataukah adegan merokok ( menghisap dan menghembuskan asap rokok ) tidak masuk kedalam kriteria yang harus disensor Badan Sensor Film kita ? Terutama ketika Film tersebut sudah disiarkan di Televisi yang nota bene ditonton semua umur.

Akhirnya filter utama yang paling ampuh ada pada kita sendiri, agar mampu menyerap apa yang baik bagi kita dan apa yang tidak baik kita untuk ditonton.

Kamis, 08 Januari 2009

Kantor Baru, Semangat Baru

Genap sudah seminggu diawal tahun baru 2009 dan ini minggu pertama saya menempati kantor baru, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal. Setelah kantor lama saya Badan Promosi dan Investasi Daerah dilebur menjadi Bappeda & Penanaman Modal.

Kantor baru tentunya kawan baru.
Banyak rekan baru disini...dan mereka semua welcome dengan keberadaan saya. Support ini yang membuat saya 'semangat'. Disela-sela kesibukan kerja masing-masing, kami pun banyak berdiskusi, tentang apa saja, terutama pembangunan Natuna ke depan. Melalui budaya 'diskusi kecil' ini diharapkan memunculkan ide-ide pembangunan tentunya. Dan ini yang saya suka.
Bersama saya, juga ada rekan-rekan ex-BPID lainnya yang bergabung di kantor baru ini. Walaupun tidak semua staf, karena juga harus bergabung dengan beberapa dinas, badan dan bagian baru di lingkungan Setda Kabupaten Natuna.
Diminggu ini juga kami harus berbenah, mengingat peralihan asset harus dilakukan segera.
Mudah-mudahan dengan kantor baru sekarang, kami dapat memberikan yang terbaik bagi Natuna.
Semoga.

Selasa, 23 Desember 2008

"AKHIRNYA"

Akhirnya...

Mungkin inilah kata yang tepat, yang bisa saya katakan.
Setelah sekian lama mendapat "pressure" dari rekan2 BLONA. hehe..
Mendapat "ilmu" dari rekan-rekan seantero nusantara.
Dan "kegemasan" yang tak dapat saya bendung..
Akhirnya niat yang setelah begitu lama tersimpan dibenak, MUNCUL dan tertayanglah blog ini

Blog ini merupakan rangkaian ide dan pemikiran yang tersimpan selama ini.
Semoga memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Natuna.

Semoga !